Krisis Listrik, Indonesia Butuh Nuklir? – Kompas.com Krisis Listrik, Indonesia Butuh Nuklir?
November 14, 2015
JEITA Advanced Course on Energy Saving Solutions 2015
December 12, 2015
Show all

ESDM: Tarif Panas Bumi Indonesia The Best In The World

Bisnis energi terbarukan di Indonesia kini semakin menarik. Kementerian ESDM menuturkan bahwa investor kini senang menanam modal untuk usaha energi terbarukan di Indonesia karena aturan main yang semakin jelas dan jaminan tarif yang ekonomis.

Bisnis energi terbarukan di Indonesia kini semakin menarik. Kementerian ESDM menuturkan bahwa investor kini senang menanam modal untuk usaha energi terbarukan di Indonesia karena aturan main yang semakin jelas dan jaminan tarif yang ekonomis.

Menurut Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Rida Mulyana, untuk feed in tariff panas bumi misalnya, Indonesia disebut memiliki tarif the best in the world.

‎”Ada testimoni, bisnis energi terbarukan di Indonesia semakin menarik investor karena aturannya jelas. Tarifnya juga menarik. Permen ESDM Nomor 17 Tahun 2014 (tentang tarif panas bumi) dianggap the best in the world,” tutur Rida, dalam Media Gathering di Kantornya, Jakarta, Jumat (13/11/2015).

‎Selain itu, perizinan investasi di bidang energi terbarukan juga mulai tahun ini dipangkas dari 27 perizinan menjadi hanya 14 perizinan. Dari 14 perizinan tersebut, 10 diserahkan ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), sedangkan 4 masih dikelola Ditjen EBTKE karena menyangkut kompetensi, keselamatan kerja, dan lingkungan, sehingga tidak bisa diserahkan ke BKPM.

“27 perizinan kita sudah kita cut 48% jadi tinggal 14 perizinan. Izin peledak dan segala macam nggak perlu lagi,13 perizinan kita hapus. Kata investor sekarang enak, cepat, nggak kayak dulu‎,” ungkap Rida.

Berdasarkan Permen ESDM Nomor 17 Tahun 2014, harga patokan tertinggi pembelian listrik dari PLTP oleh PT PLN (Persero), bila proyek listriknya beroperasi atau commercial operation date (COD) pada Tahun:

  • 2015, tarif dari US$ 11,8-US$ 25,4 per kWh
  • 2016, tarif listrik US$ 12,2-US$ 25,8 per kWh
  • 2017, tarif dari US$ 12,6-US$ 26,2 per kWh
  • 2018, tarif US$ 13-US$ 26,2 per kWh
  • 2019, tarif US$ 13,4-US$ 27 per kWh
  • 2020, tarif US$ 13,8-US$ 27,4 per kWh
  • 2021, tarif US$ 14,2-US$ 27,8 per kWh
  • 2022, tarif US$ 14,2-US$ 28,3 per kWh
  • 2023, tarif US$ 15-US$ 28,7 per kWh
  • 2024, tarif US$ 15,5-US$ 29,2 per kWh
  • 2025, tarif US$ 15,9-US$ 29,6 per kWh.

Source: ESDM: Tarif Panas Bumi Indonesia The Best In The World